Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Intim / 5 Dampak 'Puasa' Seks yang Jarang Disadari
5 Dampak 'Puasa' Seks yang Jarang Disadari

5 Dampak 'Puasa' Seks yang Jarang Disadari

2026-01-26  Ikhsan Digdo  192 views

Floca.id - Beban kerja yang menumpuk, sampai rutinitas dinas ke luar kota sering kali membuat kehidupan ranjang ikut “puasa”. Bagi sebagian pria, masa tanpa seks atau dry spell kerap dianggap wajar dan tak perlu dipikirkan panjang.

Namun, tubuh ternyata tidak selalu sepakat. Diam-diam, absennya aktivitas seksual bisa memicu reaksi berantai, dari perubahan suasana hati hingga risiko kesehatan yang jarang disadari.

Seperti dilansir Men's Health riset menunjukkan lima dampak seks ini mengintai saat pria sudah tidak bercinta dalam waktu lama.

1. Stres Lebih Mudah Menempel

Seks bukan cuma urusan hasrat, tapi juga mekanisme alami tubuh untuk meredakan tekanan. Penelitian di Skotlandia menemukan, mereka yang jarang berhubungan seks cenderung lebih sulit mengelola stres, terutama saat menghadapi situasi menegangkan seperti berbicara di depan umum.

Saat bercinta, otak melepaskan endorfin dan oksitosin, dua hormon yang membantu tubuh merasa tenang dan nyaman. Ketika “ritual” ini terhenti, kadar hormon bahagia pun ikut menurun. Hasilnya? Pikiran lebih mudah tegang, emosi lebih sensitif.

2. Risiko Kanker Prostat Bisa Meningkat

Bagi pria, ejakulasi rutin bukan sekadar soal kepuasan. Studi yang dipresentasikan di American Urological Association menunjukkan bahwa pria yang aktif secara seksual memiliki risiko sekitar 20 persen lebih rendah terkena kanker prostat.

Para peneliti menduga, ejakulasi membantu membersihkan zat-zat sisa yang berpotensi berbahaya di prostat. Ketika aktivitas ini berhenti dalam waktu lama, perlindungan alami tersebut ikut menghilang.

3. Daya Tahan Tubuh Ikut Turun

Jika belakangan kita lebih mudah flu atau merasa tubuh cepat “drop”, jangan langsung menyalahkan cuaca. Penelitian dari Wilkes-Barre University menunjukkan bahwa orang yang berhubungan seks satu hingga dua kali seminggu memiliki kadar Immunoglobulin A (IgA) lebih tinggi hingga 30 persen.

IgA berperan sebagai garda depan sistem imun dalam melawan virus. Artinya, makin jarang bercinta, pertahanan tubuh bisa ikut melemah.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Cairan Pra-Ejakulasi yang Sering Dianggap Sepele

 

4. Jarak Emosional Mulai Terasa

Seks bukan hanya aktivitas fisik, tapi juga bahasa keintiman. Menurut psikolog Les Parrott, Ph.D., absennya hubungan seksual dalam jangka panjang dapat memicu rasa tidak aman, baik pada diri sendiri maupun pasangan.

Rasa bersalah, cemas, hingga pikiran negatif tentang hubungan bisa muncul jika keintiman fisik benar-benar terhenti. Parrott menyarankan, jika seks memang sedang absen, penting untuk menggantinya dengan bentuk kedekatan lain, seperti sentuhan, pujian, atau perhatian kecil agar koneksi emosional tetap terjaga.

5. Disfungsi Ereksi Mengintai

Ungkapan “use it or lose it” ternyata cukup relevan. Studi dalam American Journal of Medicine menemukan bahwa pria yang jarang berhubungan seks memiliki risiko dua kali lipat mengalami disfungsi ereksi dibanding mereka yang aktif secara seksual setidaknya seminggu sekali.

Penis melibatkan jaringan otot dan pembuluh darah. Tanpa stimulasi rutin, fungsi tersebut bisa menurun, mirip seperti otot tubuh yang jarang dilatih. (ikh)

Sumber Foto Cover: Unsplash/Alexis Fauvet 


Share: