Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Hidup / Belajar Bareng bersama Belajaraya Jakarta 2026
Belajar Bareng bersama Belajaraya Jakarta 2026

Belajar Bareng bersama Belajaraya Jakarta 2026

2026-04-22  Ikhsan Digdo  149 views

Floca.id - Di tengah perubahan dunia yang serba cepat, dari perkembangan teknologi hingga cara orang belajar, satu hal mulai terasa makin jelas: pendidikan tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kolaborasi jadi kunci, bukan pilihan.

Lewat momentum Hari Kartini, Belajaraya Jakarta 2026 hadir membawa semangat itu. Bukan sekadar acara, tapi ruang temu berbagai pihak untuk saling terhubung dan bergerak bersama.

Belajaraya Jakarta akan digelar pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Tema yang diangkat “Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan”.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Sirka Buka Cabang di Kelapa Gading, Ajak Kita Lebih Paham soal Obesitas

 

Dari Banyak Kota, Bertemu di Satu Ruang

Perjalanan Belajaraya 2026 sudah dimulai dari berbagai kota, Bali, Bandung, Makassar, Semarang, Surabaya, hingga Kupang. Jakarta menjadi titik temu terakhir, sekaligus penutup rangkaian, yang akan digelar di Taman Ismail Marzuki.

Di sini, Belajaraya tidak hanya hadir sebagai forum diskusi. Ada Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, hingga Pameran Karya, semuanya dirancang untuk membuka ruang belajar yang lebih inklusif, kolaboratif, dan terasa dekat.

Sejumlah tokoh lintas sektor juga akan hadir, mulai dari Meutya Hafid, Nasaruddin Umar, Quraish Shihab, Najwa Shihab, hingga Nikita Willy. 

Kolaborasi Bukan Lagi Tambahan

Ketua Umum Semua Murid Semua Guru, Marsya Nurmaranti, menegaskan bahwa semangat #KerjaBarengan menjadi inti dari Belajaraya.

“Upaya memajukan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai pihak,” ujarnya.

Pandangan ini diperkuat oleh Najelaa Shihab yang melihat Belajaraya 2026 sebagai tonggak penting gerakan pendidikan berbasis komunitas. Untuk pertama kalinya, Belajaraya hadir di sembilan kota yang berarti lebih luas dari sebelumnya.

Menurutnya, ini menjadi sinyal bahwa gerakan pendidikan mulai tumbuh di berbagai daerah, tidak lagi terpusat di kota besar.

“Upaya yang dilakukan bukan sekadar capaian akademik, melainkan perubahan perilaku dan kontribusi nyata terhadap ekosistem yang lebih luas,” jelas Najelaa.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Perempuan Sehat Seutuhnya di Aesthetic Gynecology Center

 

Tantangan Baru, Cara Baru

Di sisi lain, dunia pendidikan juga dihadapkan pada tantangan baru, terutama dari perkembangan teknologi. Rizki Ameliah dari Kementerian Komunikasi dan Digital menilai kondisi ini menuntut kolaborasi yang lebih kuat.

“Pendidikan kita saat ini sangat dinamis, sehingga kunci utamanya adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Fenty Tirtasari Ekarina melihat Belajaraya sebagai ruang strategis untuk memperkuat literasi publik, termasuk melalui program “Cinta, Bangga, Paham Rupiah.”

Belajaraya 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi panggung berbagi ide. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan energi. Sampai jumpa di Belajaraya 2026. (ikh)

 


Share: