Floca.id - Cahaya dalam arsitektur bukan lagi sekadar alat untuk menerangi ruangan. Bagi arsitek dan desainer, pencahayaan ikut menentukan bagaimana sebuah ruang dipersepsikan, mulai dari menghadirkan suasana hingga menonjolkan karakter material yang digunakan.
Pemahaman itu yang diangkat in-Lite LED melalui paviliun bertema "The Matter of Light" di ajang IndoBuildTech 2026, ICE BSD City yang digelar pekan ini. Untuk ketiga kalinya mengikuti pameran tersebut, perusahaan ingin menunjukkan bahwa hubungan antara cahaya dan material dapat membentuk pengalaman ruang yang berbeda bagi setiap pengunjung.
Cahaya Membentuk Cara Ruang Dirasakan
Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, mengatakan pencahayaan memiliki fungsi yang melampaui aspek teknis. Menurutnya, cahaya mampu mengubah tekstur, mengarahkan perhatian, hingga membangun atmosfer sebuah ruang.
"Melalui The Matter of Light, kami ingin menunjukkan bahwa pencahayaan merupakan bagian dari proses membentuk pengalaman ruang, bukan sekadar elemen penerangan," ujar Fransiska.
Gagasan itu diterjemahkan ke dalam lima zona yang masing-masing mengeksplorasi interaksi cahaya dengan material berbeda, yakni fabric, kaca, HPL, polycarbonate, dan anyaman rotan. Setiap material dipadukan dengan pendekatan pencahayaan yang berbeda sehingga menghasilkan karakter ruang yang juga berbeda.
Arsitek mensanaDANteman sekaligus perancang paviliun, Alvar Mensana, mengatakan perbedaan tersebut menunjukkan bahwa material tidak pernah bekerja sendiri. Karakter ruang, kata dia, lahir dari cara material merespons cahaya yang mengenainya.
Cerita lainnya dari Floca:
Satu Dekade Public Gold, Mengajak Masyarakat Memahami Emas Lebih Dekat
Kolaborasi Material dan Cahaya
Untuk mendukung konsep tersebut, in-Lite menggunakan sejumlah produk pencahayaan, mulai dari Downlight Anti Glare, Spotlight Wall Washer, hingga Striplight COB. Seluruhnya dipilih berdasarkan kebutuhan masing-masing ruang agar pengalaman visual tetap selaras dengan konsep yang dibangun.
Product Manager in-Lite LED, Sufabian Tys, menjelaskan setiap zona membutuhkan karakter pencahayaan yang berbeda. Area dengan nuansa lembut menggunakan cahaya yang lebih merata, sementara ruang dengan karakter kuat mengandalkan pencahayaan yang lebih terarah untuk mempertegas tekstur dan dimensi material.
Melalui partisipasi di IndoBuildTech 2026, in-Lite juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam industri bangunan. Bagi perusahaan, ruang tidak hanya dibentuk oleh cahaya dan material, tetapi juga oleh kerja sama antara produsen, arsitek, desainer interior, kontraktor, hingga pelaku industri lainnya dalam menghadirkan pengalaman ruang yang lebih utuh.