Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Intim / Kesehatan Sperma yang Luput dari Perhatian Pria
Kesehatan Sperma yang Luput dari Perhatian Pria

Kesehatan Sperma yang Luput dari Perhatian Pria

2026-01-14  Ikhsan Digdo  148 views

Floca.id - Banyak pria menjalani hidup tanpa pernah benar-benar memikirkan kesehatan spermanya. Selama tubuh terasa baik-baik saja, topik ini jarang masuk dalam perhatian. 

Baru ketika rencana punya anak muncul, kesehatan reproduksi mulai dipertanyakan. Sayangnya jawabannya terkadang tidak sesuai ekspektasi.

15 Persen Pria Tidak Subur

Studi pada 2020 jadi bukti 15 persen pria mengalami gangguan kesuburan. Di saat yang sama, sejumlah penelitian menunjukkan jumlah sperma pria menurun secara global dalam beberapa dekade terakhir. 

Angka-angka ini memberi sinyal bahwa kesehatan reproduksi bukan urusan nanti, melainkan bagian dari kesehatan jangka panjang.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Lantai Panggul dan Kualitas Ereksi yang Sering Terabaikan

 

Masalahnya, kondisi sperma tidak bisa ditebak dari luar. Tidak ada ciri fisik yang bisa dijadikan patokan. Analisis ‘semen’ menjadi cara paling akurat untuk menilai kualitas sperma.

“Ada cara untuk mengetahui seberapa sehat sperma seseorang, dan melihatnya secara langsung bukan salah satunya,” kata Asima Ahmad, dokter spesialis endokrinologi reproduksi. 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengamati sampel sperma di bawah mikroskop. Dari sana, dokter dapat menilai jumlah sperma, pergerakan, dan bentuknya.

“Sperma perlu dikumpulkan dan diperiksa melalui mikroskop untuk mengetahui apakah kondisinya sehat,” ujar Kaylen Silverberg, dokter fertilitas dari Texas Fertility Center. 

 

Cerita lainnya dari Floca:

Seks ialah ‘Rekreasi’ Paling Murah untuk Pasangan

 

Sperma
Olahraga dapat meningkatkan kualitas sperma. (Foto: unsplash/Anastase Maragos)

Kebiasaan Harian Menentukan Kualitas Sperma

Kualitas sperma sangat dipengaruhi kebiasaan sehari-hari. Olahraga teratur, berat badan yang terjaga, dan kondisi metabolik yang sehat berperan penting. Sebaliknya, gaya hidup minim aktivitas dan kelebihan berat badan bisa berdampak sebaliknya.

Meski begitu, banyak pria masih enggan membicarakan topik ini. Ada rasa canggung, ada anggapan soal kejantanan. Padahal, perhatian pada kesehatan sperma bukan soal maskulinitas, melainkan tanggung jawab pada tubuh sendiri.

Namun, yang perlu diingat ialah kesiapan menjadi orang tua tidak dimulai saat keputusan dibuat, tetapi dari kesadaran untuk merawat kesehatan reproduksi jauh sebelum itu. (ikh)

(Foto Cover: Unsplash/Deon Black)


Share: