Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Intim / Cairan Pra-Ejakulasi yang Sering Dianggap Sepele
Cairan Pra-Ejakulasi yang Sering Dianggap Sepele

Cairan Pra-Ejakulasi yang Sering Dianggap Sepele

2026-01-20  Ikhsan Digdo  229 views

Floca.id - Dalam obrolan soal seks, pembahasan sering mentok di ejakulasi dan sperma. Padahal, ada cairan pra-ejakulasi yang kerap dianggap sepele, meski justru bisa memicu salah paham soal risiko kehamilan.

Bagi mereka yang aktif secara seksual, memahami pra ejakulasi bukan soal takut berlebihan. Ini soal mengenali tubuh sendiri dan risiko yang menyertainya.

Pre-cum, atau cairan pra-ejakulasi, adalah cairan bening yang keluar dari ujung Mr.P saat pria bergairah. Jumlahnya sedikit dan sering tidak disadari. Ini yang membuat banyak orang lengah.

Fungsi Cairan Pra Ejakulasi Tidak Sebatas Pelumas

Berbeda dengan air mani, cairan ini tidak diproduksi di testis atau prostat. Cairan ini dihasilkan oleh kelenjar Cowper, kelenjar kecil yang terhubung ke saluran kencing (uretra).

Ahli urologi Dr. Amy Pearlman menjelaskan, cairan ini punya fungsi penting.

“Banyak pria tidak menyadari bahwa pra-ejakulasi berfungsi menetralkan lingkungan asam di uretra akibat sisa urine. Ini dilakukan untuk melindungi sperma yang nantinya akan lewat agar tetap bertahan hidup,” jelasnya, dikutip dari askmen, Selasa (20/1).

Selain itu, cairan pra-ejakulasi juga membantu mengurangi gesekan saat hubungan seksual berlangsung.

Risiko yang Sering Diremehkan

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah cairan pra-ejakulasi bisa menyebabkan kehamilan. Secara teori, cairan ini tidak mengandung sperma. Namun dalam praktiknya, risikonya tetap ada.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Jeda Sebelum Putaran Kedua agar Tubuh Siap Kembali

 

Dr. Paul Gittens mengingatkan bahwa metode “cabut sebelum keluar” atau dikenal dengan istilah cabut singkong di Indonesia  bukan cara yang aman. “Hanya butuh waktu milidetik bagi ejakulasi yang mengandung sperma untuk menyusul keluarnya pra-ejakulasi,” ujarnya.

Cairan pra-ejakulasi juga dapat membawa risiko penularan infeksi menular seksual (IMS). Meski jumlah virus atau bakteri di dalamnya lebih sedikit dibanding air mani, cairan ini tetap bisa menjadi media penularan, termasuk HIV.

Cara Membedakan Cairan Pra-Ejakulasi dan air Mani

Secara kasat mata, cairan pra-ejakulasi dan air mani sebenarnya cukup mudah dibedakan. Cairan pra-ejakulasi biasanya berwarna bening transparan, teksturnya encer dan licin, hampir tidak berbau, serta keluar perlahan dalam jumlah sedikit tanpa disadari. 

Sementara itu, air mani berwarna putih pekat atau krem, teksturnya lebih kental seperti gel, memiliki aroma khas, dan keluar dengan tekanan saat ejakulasi. (ikh)

(Foto Cover: Unsplash/César Couto)

 


Share: