Floca.id - Wujud The Shoppes at Marina Bay Sands di awal 2026 tidak langsung terasa baru. Bangunannya masih sama, lorongnya tetap terang, dan nama-nama besar masih berjajar rapi. Tapi setelah berjalan agak lama, hal-hal kecil terasa berbeda.
Dalam setahun terakhir, The Shoppes kedatangan beberapa merek baru. Singapura kembali dipilih sebagai titik awal bagi brand global yang ingin masuk ke Asia Tenggara.
Marina Bay Sands dalam siaran persnya, menceritakan nama-nama besar ini yang kini mengisi ruang di The Shoppes.
‘Cerita’ Merek Baru Debut di The Shoppes
Laopu Gold memulai ekspansi global pertamanya di luar Tiongkok, The Shoppes tujuannya. Di dalam butik, emas tidak hanya dipajang sebagai perhiasan, tapi juga sebagai hasil kerja tangan yang telaten. Detailnya halus, ritmenya pelan, memberi kontras yang menarik di tengah pusat belanja yang serba cepat.
Pendekatan berbeda ditawarkan Gentle Monster. Flagship dupleksnya langsung mencuri perhatian lewat instalasi robotik Giant Head Kinetic. Banyak pengunjung berhenti lebih dulu untuk melihat ruangnya, baru kemudian melangkah masuk.
Cerita lainnya dari Floca:
Beberapa brand lama juga memperbarui cara mereka hadir. CHANEL, Montblanc, dan BOSS merombak butik dengan pendekatan yang lebih terbuka dan personal.
Montblanc, lewat konsep NEO 4.0, menambahkan sentuhan budaya lokal Peranakan. Hasilnya bukan sekadar ruang belanja, tetapi tempat singgah yang terasa lebih dekat dengan konteks kota.
Area Kuliner yang ‘Bergerak’
Cerita The Shoppes tidak berhenti di etalase. Area kuliner ikut bergerak. CÉ LA VI tampil dengan wajah baru di usia ke-15, sementara Café nesuto dan Rasapura Masters kembali mengisi promenade dengan suasana yang lebih segar.
Ke depan, pergerakan ini masih berlanjut. Abel Richard dijadwalkan membuka butik pertamanya di Asia. Arc’teryx akan memulai debutnya di Singapura. Lululemon pun bersiap memperluas ruang.
Cerita lainnya dari Floca:
Saat Myze Hotel Jadi Rumah Sementara dalam Perjalanan Surabaya–Sumenep
Di The Shoppes at Marina Bay Sands, belanja kini sering kali menjadi bagian dari perjalanan, bukan tujuan akhir. Orang datang, berjalan pelan, berhenti di beberapa titik, lalu melanjutkan hari dengan cara yang lebih santai.