Floca.id - Self-care atau merawat diri kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, kebiasaan ini bukan sekadar mengikuti tren. Di baliknya, ada cara sederhana untuk menjaga kesehatan sekaligus membantu mengurangi beban layanan kesehatan.
Pesan itu disampaikan Asia-Pacific Self-Medication Industry (APSMI) saat memperingati International Self-Care Day. Menurut APSMI, langkah pertama dalam self-care adalah memiliki literasi kesehatan yang baik. Dengan begitu, masyarakat tahu kapan keluhan ringan bisa ditangani sendiri dan kapan harus berkonsultasi ke dokter.
Literasi Jadi Awal Self-Care
Chairman APSMI, Rachmadi Joesoef, mengatakan self-care yang bertanggung jawab harus dimulai dari pemahaman yang benar mengenai kesehatan.
"Self-care yang bertanggung jawab dimulai dari literasi kesehatan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengelola gangguan kesehatan ringan dengan tepat, mereka tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan pribadi, tetapi juga membantu sistem layanan kesehatan fokus pada pasien yang membutuhkan penanganan medis kompleks," jelas Rachmad dalam keterangan resmi yang diterima Floca.id, Jumat (24/7).
Menurut laporan Global Self-Care Federation (GSCF), self-care yang dilakukan dengan benar mampu menghemat anggaran kesehatan global hingga USD 144 miliar atau lebih dari Rp2.200 triliun setiap tahun. Praktik ini juga diperkirakan menghemat 2,2 miliar jam pelayanan dokter dan menghasilkan 43,6 miliar hari produktif.
Cerita lainnya dari Floca:
Bukan Asal Minum Obat
Meski demikian, APSMI mengingatkan bahwa self-care bukan berarti mengobati diri secara sembarangan. Masyarakat tetap perlu memahami cara memilih obat bebas, membaca aturan pakai, dan mengenali gejala yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Director-General Global Self Care Federation (GSCF), Greg Perry, menilai self-care menjadi investasi penting bagi masa depan sistem kesehatan.
"Ketika diintegrasikan secara penuh, self-care memberikan tingkat pengembalian investasi (return on investment) yang sangat tinggi: memberdayakan individu, mendukung komunitas, dan menjadi solusi paling efisien (best buy) bagi sistem kesehatan global yang tengah menghadapi tekanan finansial."
Komitmen memperkuat literasi kesehatan juga akan dibahas dalam APSMI Bali Summit 2026 yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Forum ini akan mempertemukan regulator, pakar kesehatan, dan pelaku industri untuk membahas penguatan ekosistem self-care yang aman, berbasis bukti ilmiah, dan mudah diakses masyarakat. (ikh)