Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Di Balik Semangat Kartini, POGI Dorong SPRIN Jadi Gerakan Nasional
Di Balik Semangat Kartini, POGI Dorong SPRIN Jadi Gerakan Nasional

Di Balik Semangat Kartini, POGI Dorong SPRIN Jadi Gerakan Nasional

2026-04-22  Ikhsan Digdo  181 views

Floca.id - Di balik semangat Hari Kartini yang identik dengan emansipasi perempuan, ada pekerjaan rumah besar yang belum selesai: kesehatan perempuan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Menjawab hal ini, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mendorong SPRIN (Selamatkan PeRempuan INdonesia) untuk berkembang menjadi gerakan nasional.

Dorongan ini muncul di tengah masih tingginya angka kematian ibu. Setiap hari, rata-rata 22 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas, setara satu kematian setiap jam. 

Di saat yang sama, ribuan perempuan juga kehilangan nyawa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah atau dideteksi lebih dini. Isu tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Rumah POGI Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

 

Cerita lainnya dari Floca:

Usia Produktif Tak Lagi Aman dari Kanker Paru

 

Dari Program ke Gerakan Nasional

Ketua Umum POGI Budi Wiweko menegaskan, SPRIN tidak lagi diposisikan sebagai program biasa, melainkan gerakan kolektif.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa kesehatan perempuan bukan isu sektoral, melainkan fondasi utama pembangunan bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan yang sehat dan berdaya akan berdampak langsung pada kualitas keluarga hingga daya saing bangsa. Karena itu, POGI menargetkan pembentukan Satgas SPRIN sebagai langkah strategis agar gerakan ini berjalan lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Ke depan, SPRIN juga akan diperkuat melalui SPRIN Summit 2026 sebagai forum tahunan untuk konsolidasi lintas sektor sekaligus evaluasi capaian. Selain itu, POGI tengah menyiapkan Rumah Perempuan Indonesia (R-PRIN) di Rumah POGI Nasional sebagai pusat edukasi, layanan, dan pemberdayaan perempuan.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Bukan Sekadar Air Hangat, Laurier Ajak Kita Lebih “Hadir” saat Perempuan Menstruasi

 

Fokus Intervensi dan Langkah Nyata

Sebagai langkah konkret, SPRIN mengusung 10 fokus utama, mulai dari skrining dan vaksinasi HPV massal, edukasi kesehatan reproduksi, hingga program pendampingan kehamilan.

Program tersebut mencakup antara lain skrining DNA HPV, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan dewasa, pemberian suplemen bagi ibu hamil, hingga pemeriksaan kesehatan perempuan menopause. 

Selain itu, SPRIN juga mendorong peningkatan mutu layanan melalui sertifikasi serta penguatan edukasi lewat berbagai kanal, termasuk podcast dan pelatihan kader kesehatan.

Sejumlah inisiatif juga telah berjalan, seperti vaksinasi HPV di berbagai cabang POGI, kampanye edukasi, hingga kolaborasi lintas organisasi untuk menekan angka kematian ibu, bayi, dan stunting.

“Melalui SPRIN, kami mendorong pendekatan yang lebih terintegrasi, dimulai dari membangun awareness, lalu mendorong masyarakat untuk benar-benar mengakses layanan kesehatan, hingga memastikan layanan yang diterima memiliki mutu optimal dan berkesinambungan,” tutup Budi.

 
 
 

Share: