Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Enggak Cuma Obat, Support System Segalanya buat Pasien Bipolar & Skizofrenia
Enggak Cuma Obat, Support System Segalanya buat Pasien Bipolar & Skizofrenia

Enggak Cuma Obat, Support System Segalanya buat Pasien Bipolar & Skizofrenia

2025-05-16  Ikhsan Digdo  207 views

Floca.id - Buat pasien Bipolar dan Skizofrenia, minum obat itu baru setengah jalan. Sisanya? Dukungan dari orang-orang terdekat, alias support system.

Soalnya, Gangguan Bipolar dan Skizofrenia (GBS) itu bukan cuma soal suasana hati yang naik turun atau halusinasi yang bikin hidup jadi berat. Tapi juga soal bagaimana si pasien bisa tetap menjalani hidup dengan stabil, produktif, dan bermakna. Nah, kepatuhan minum obat secara rutin, plus dukungan dari keluarga dan lingkungan, jadi kunci pentingnya.

Masalahnya... kepatuhan itu nggak gampang.

Masih banyak stigma di masyarakat yang bikin orang malu atau takut untuk berobat. Belum lagi efek samping obat yang kadang bikin nggak nyaman, seperti ngantuk berat atau berat badan naik.

“Orang dengan gangguan bipolar atau skizofrenia sebenarnya bisa bersekolah, bekerja, punya relasi sosial yang baik, bahkan hidup mandiri. Tapi semua itu hanya bisa tercapai kalau mereka patuh minum obat dan punya support system yang kuat,” jelas Prof. Tjhin Wiguna, SpKJ(K), psikiater anak dan remaja dari FKUI-RSCM, saat media briefing di kawasan Menteng, Jakarta, pekan ini.

Anak dan Remaja Juga Bisa Kena

Nggak cuma orang dewasa, GBS juga bisa muncul di usia muda. Sayangnya, gejalanya sering salah dikira sebagai “fase remaja” biasa, kayak moody berlebihan atau susah diatur.

“Kadang remaja dengan bipolar atau skizofrenia dianggap cuma ‘nakal’ atau ‘suka melawan’. Padahal mereka butuh bantuan. Kalau dideteksi dan ditangani lebih awal, mereka bisa hidup seperti remaja lain pada umumnya,” lanjut Prof. Tjhin.

Keluarga = Pilar Utama

Support system yang paling utama? Ya keluarga. Kedekatan keluarga itu tak tergantikan. Kehadiran keluarga bisa kasih semangat yang amat berharga buat kesembuhan pasien dengan gangguan mental ini.

“Keluarga itu ujung tombak. Mereka yang paling dekat dengan pasien, jadi bisa bantu dalam hal pengobatan, jadwal kontrol, sampai dukungan emosional,” kata Dr. Khamelia Malik, SpKJ(K) dari FKUI-RSCM.

Lalu, Gimana dengan Pasien Dewasa?

Kepatuhan minum obat juga jadi tantangan besar buat pasien dewasa. Banyak pasien dewasa yang tahu mereka punya gangguan, tapi tidak memahami bahwa pengobatan itu harus jangka panjang.

“Ketidakpatuhan itu bisa bikin kekambuhan, bahkan sampai rawat inap atau pikiran bunuh diri,” terang Dr. Khamelia.

Ada Inovasi, Cukup Suntik Sebulan Sekali

Kabar baiknya, sekarang sudah ada obat-obatan yang lebih praktis dan minim efek samping. Bahkan, ada yang cukup disuntikkan tiap bulan, seperti yang dikenalkan oleh Wellesta.

Wellesta menawarkan pengobatan yang lebih praktis buat pasien bipolar dan skizofrenia. Bukan obat tiap hari, tapi suntikan sebulan sekali saja. Efek sampingnya minim, dan yang paling penting: bikin pasien lebih stabil, keluarga pun jadi lebih gampang mendampingi.

Soalnya, pemulihan tuh bukan sprint, tapi marathon. Perlu waktu, konsistensi, dan tentu saja dukungan orang-orang terdekat supaya pasien bisa bangkit dan balik produktif lagi. (ikh)

Pic by:  Pexels/Juan Pablo Serrano


Share: