Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Estetika Butuh Kompas Medis di Tengah Banjir Informasi
Estetika Butuh Kompas Medis di Tengah Banjir Informasi

Estetika Butuh Kompas Medis di Tengah Banjir Informasi

2026-02-16  Ikhsan Digdo  166 views

Floca.id – Di era ketika wajah bisa “diubah” dalam hitungan jam dan informasi kesehatan menyebar lebih cepat dari klarifikasinya, industri estetika tumbuh dalam dua sisi: inovasi dan ilusi. Klinik menjamur, teknologi berkembang, tetapi hoaks ikut membanjiri ruang digital. 

Di tengah arus itu, Bamed menegaskan diri sebagai penyedia layanan Complete Medical Aesthetic and Wellness, Led by Specialists, dengan satu pesan: estetika tak boleh kehilangan kompas medisnya.

Langkah ini diperkuat lewat penandatanganan kerja sama dengan PT Sometech Indonesia untuk menghadirkan teknologi Oligio, perangkat monopolar radiofrequency non-bedah untuk pengencangan kulit di seluruh jaringan kliniknya.

 

Cerita lainnya dari Floca:

IBD Update 2026: Ketika Sinyal Pencernaan Tak Lagi Bisa Diabaikan

 

Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri

CEO Bamed, dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG, Subsp FER, MSc, mengingatkan bahwa kliniknya telah berjalan selama 16 tahun dengan pendekatan evidence-based medicine dan akreditasi paripurna.

"Dengan pendekatan medis yang terukur dan ditangani langsung oleh tim dokter spesialis, keluarga Indonesia tidak perlu lagi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan standar internasional," ujarnya dalam sebuah seminar media belum lama ini.

Di era digital yang serba cepat, edukasi menjadi kunci. Chief Business Marketing & Customer Management Officer Bamed, dr. Ratu Abigail Audity, BMedSc, MSi, menekankan peran media dalam membentuk persepsi publik.

"Bamed berkomitmen melakukan edukasi berkelanjutan agar masyarakat terhindar dari pengambilan keputusan kesehatan yang tidak akurat di era digital ini," tambahnya.

Memaknai Ulang Peremajaan

Chief Medical & Ancillary Services Officer Bamed, dr. Adhimukti T. Sampurna, SpDVE, Subsp OBK, menggarisbawahi satu hal penting: peremajaan bukan soal mengubah wajah jadi orang lain. Modern rejuvenation, katanya, berfokus pada kualitas kulit, bukan transformasi ekstrem.

Sementara itu, dr. Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E, menjelaskan perannya dalam menstimulasi kolagen dari dalam.

"Keunggulannya terletak pada sistem pendingin terintegrasi yang menjaga kenyamanan pasien dengan downtime minimal," jelasnya.

Estetika, bagi Bamed, tak berhenti di permukaan kulit. dr. Karina Marcella, Sp.GK, AIFO-K, menyoroti pentingnya personalized nutrition. Diet tanpa analisis medis, katanya, justru bisa memperburuk metabolisme.

Sementara dr. Rina Nurbani, M.Biomed, Sp.Ak, memperkenalkan akupunktur medik berbasis biomedik dan uji klinis. Neuromodulasi yang ilmiah. Bukan sekadar praktik tradisional. (ikh)


Share: