Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Menopause Bukan Perjalanan Sendiri: Saat Pria Perlu Hadir untuk Mendampingi Perempuan
Menopause Bukan Perjalanan Sendiri: Saat Pria Perlu Hadir untuk Mendampingi Perempuan

Menopause Bukan Perjalanan Sendiri: Saat Pria Perlu Hadir untuk Mendampingi Perempuan

2025-10-19  Floca Team  179 views

Floca.id - Menopause sering datang pelan-pelan, tapi dampaknya nyata. Tubuh berubah, suasana hati ikut naik turun, dan rutinitas yang dulu terasa ringan bisa jadi tantangan baru. Banyak perempuan melewati fase ini sambil berusaha tetap aktif, tetap bekerja, dan tetap jadi diri sendiri. Tapi sebenarnya, mereka nggak harus jalan sendirian.

Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMINESIA) ingin mengingatkan bahwa masa menopause bukan akhir dari kebugaran atau energi hidup. Justru, ini bisa jadi titik balik untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri. Dan buat pasangan, saatnya juga ikut belajar hadir, bukan cuma menyemangati dari jauh.

PERMINESIA Berkomitmen Beri Edukasi tentang Menopause

 

1000145601-1.jpg
Perminesia hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang menopause. (Foto: Unsplash/Skyler Ewing)

 

dr. Ni Komang Yeni, Sp.OG, MM, MARS, Ketua PERMINESIA JAYA, bilang organisasinya berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai kegiatan rutin seperti penyuluhan dan pengabdian masyarakat yang edukatif dan teratur, khususnya kepada perempuan usia reproduktif.

"Kami juga berkolaborasi dengan perkumpulan menopause lainnya di tingkat nasional dan regional, serta dengan International Menopause Society (IMS) untuk memastikan perempuan Indonesia mendapatkan akses terhadap informasi dan praktik kesehatan menopause terkini," ujarnya dalam sebuah diskusi media di Jakarta Selatan pada pekan ini.

Pria Boleh Ikuti Pola Makan Pasangan

1000145609.jpg
Pria bisa dukung pasangan dengan mengikuti pola makannya. (Foto: Unsplash/Anh Ngunyen)

Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat memang penting, tapi dukungan pasangan juga punya peran besar di dalamnya. dr. Ida Gunawan, MS, Sp. G.K, Subsp. K.M., FINEM bilang, pria boleh banget ikut terlibat asal tetap menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

"Kalo bapaknya mau ikut (diet) boleh aja sebagai bentuk dukungan. Cuma yg mesti diinget ialah setiap orang punya jumlah (kalori) diet berbeda," ujarnya.

Menurutnya, kalau perempuan menopause ingin menurunkan berat badan, otomatis asupan kalorinya akan lebih rendah. Masalahnya, pola makan seperti itu bisa bikin pria yang berat badannya sudah ideal jadi kehilangan tenaga.

"Tapi selama jumlah kalorinya sesuai dengan kebutuhan bapaknya pastinya gak ada salahnya," tambahnya.

 

Cerita lainnya dari Floca:

Rezum Training Center Pertama di Indonesia, Langkah Baru RSCM untuk Harapan Para Pria

 

Olahraga Bareng, Bentuk Dukungan Suami untuk Istri yang Menopause

1000145610.jpg
Olahraga bareng pasangan sangat penting. (Foto: Unsplash/Elena Kloppenburg)

Beda lagi dengan Mia Fitri (Coach Mia), Founder Move Inc. & Menopause Transition Coach, yang melihat olahraga bareng sebagai bentuk kasih sayang yang jarang dibicarakan.

Ia percaya bahwa olahraga bukan hanya soal menjaga tubuh tetap bugar, tapi juga menjadi ruang untuk membangun koneksi dan kebersamaan.

Ketika pasangan ikut berolahraga bersama, apalagi di fase seperti perimenopause atau menopause, Coach Mia bilang itu memberi makna yang lebih dalam.

"Bukan sekadar aktivitas fisik, tapi bentuk dukungan emosional," ucapnya dengan nada hangat.

Bagi banyak perempuan, lanjut Coach Mia, masa ini adalah waktu di mana tubuh dan emosi sedang berubah. Kehadiran pasangan yang mau ikut bergerak bersama membuat mereka merasa dilihat, diterima, dan tidak sendirian dalam proses ini.

“Kadang bukan tentang seberapa berat bebannya, tapi tentang siapa yang ada di sebelah kita saat kita berusaha bangkit dan beradaptasi dengan tubuh yang baru.”

 

Cerita lainnya dari Floca:

5 Alasan Perempuan Perlu 'Klik' bicaraperempuan.com, Inisiatif Bayer Indonesia untuk Kesehatan Reproduksi

 

Prodia Dukung Perempuan Pahami Tubuh di Masa Menopause

Kolaborasi antara PERMINESIA dan PT Prodia Widyahusada Tbk jadi bentuk nyata dari upaya untuk bantu perempuan lebih memahami tubuhnya sendiri di masa menopause.

Prodia berkomitmen mendukung perempuan Indonesia memahami kondisi tubuhnya secara menyeluruh melalui layanan pemeriksaan seperti hormon, metabolik, dan analisis komposisi tubuh. Mereka percaya langkah pertama menuju fat loss yang sehat adalah memahami apa yang terjadi di dalam tubuh.

"Dengan hasil pemeriksaan yang akurat, perempuan dapat mengambil keputusan bijak untuk menjaga keseimbangan, kebugaran, dan kualitas hidup di setiap fase kehidupannya,” tutup Indriyanti Rafi Sukmawati, Business & Marketing Director PT. Prodia Widyahusada, Tbk.

Floca Reminder

Hadir untuk pasangan di masa perubahan itu juga bagian dari cinta, bukan yang heboh, tapi yang tenang dan nyata. Kadang cukup dengan ikut olahraga bareng, ngatur makan bareng, atau sekadar dengerin tanpa buru-buru kasih saran.

Karena di setiap fase hidup, dukungan kecil bisa jadi makna besar. Janji saat ijab kabul itu akan terus bertahan, dan terus meresapi anugerah jatuh cinta yang dalam. (flc)

Foto Cover: Unsplash/Kate Kasiutich

 


Share: