Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / MRI Tanpa Helium: Harapan Baru dari Siemens Healthineers untuk Pasien Indonesia
MRI Tanpa Helium: Harapan Baru dari Siemens Healthineers untuk Pasien Indonesia

MRI Tanpa Helium: Harapan Baru dari Siemens Healthineers untuk Pasien Indonesia

2025-08-27  Ikhsan Digdo  181 views

Floca.id - Di balik pintu ruang pencitraan rumah sakit, ada satu suara yang kerap jadi penentu: bunyi berdengung mesin MRI. Bagi pasien, itu bisa jadi suara harapan, membuka jalan menuju diagnosis yang akurat, bahkan penyelamat nyawa. Tapi, siapa sangka, di balik teknologi canggih itu tersimpan masalah besar yang jarang diketahui masyarakat luas: ketergantungan pada helium.

Helium, gas langka yang menjaga mesin MRI tetap bekerja, kini jadi komoditas mahal sekaligus tak menentu. Pasokan yang tersendat di pasar global membuat banyak rumah sakit di Indonesia berada dalam posisi rawan: mesin bisa berhenti kapan saja jika helium habis. Akibatnya, akses pasien terhadap pemeriksaan yang vital bisa ikut terganggu.

MAGNETOM Flow. Platform yang hanya butuh 0,7 liter helium

Di titik genting itulah, Siemens Healthineers memperkenalkan terobosan yang bisa mengubah peta permainan. Namanya: MAGNETOM Flow. Platform sistem MRI 1.5 Tesla dengan teknologi DryCool yang hanya membutuhkan 0,7 liter helium dan tak perlu diisi ulang lagi sepanjang masa pakainya. Bagi rumah sakit, ini berarti lepas dari jerat biaya tambahan dan risiko downtime. Bagi pasien, ini berarti satu hal sederhana tapi penting: akses yang terjamin.

“Di Indonesia, permintaan MRI terus meningkat, tetapi ketersediaannya masih sangat terbatas dan mahal karena ketergantungan pada helium,” jelas dr. Yonathan William, Sp.Rad, dalam peluncuran resmi di Jakarta. “Dengan platform bebas helium ini, hambatan terbesar itu bisa langsung diatasi.”

 

Cerita lainnya dari Floca:

Skizofrenia dan Bipolar: Saat Suara dalam Kepala Perlu Didengar

 

Sistem yang ramah pengguna

Tapi bukan cuma soal teknologinya. Di atas panggung, diskusi berkembang lebih jauh. dr. Fritz Sumantri Usman, Sp.N, SubSp. NIIOO(K), FINS, FINA, menegaskan. Menurutnya, MRI yang canggih tidak ada artinya tanpa manusia yang mengoperasikan. Radiolog dan teknisi yang terampil adalah kunci. 

"Untungnya, sistem ini dirancang lebih ramah pengguna, alur kerjanya lebih efisien, sehingga hasil bisa lebih cepat dan tepat. Itu artinya, tenaga medis kita bisa bekerja lebih optimal.”

MAGNETOM Flow. Platform bukan sekadar mesin baru. Ia membawa filosofi baru: teknologi yang berkelanjutan, mudah diakses, dan berpihak pada pasien. Dengan desain hemat energi, integrasi kecerdasan buatan, dan fokus pada pengalaman pengguna, Siemens Healthineers ingin mendorong layanan kesehatan Indonesia melompat ke depan—lebih setara, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan di masa depan.

“Visi kami jelas,” ujar Alfred Fahringer, President Director Siemens Healthineers Indonesia.

“Bukan hanya memperkenalkan sistem MRI, tapi mendefinisikan ulang arti aksesibilitas dan keberlanjutan.”

Floca Reminder

Dalam diamnya ruang MRI, pasien mungkin hanya mendengar suara mesin. Tapi lewat MAGNETOM Flow. Platform, ada sesuatu yang lebih besar bergema: pesan bahwa teknologi bisa hadir bukan sekadar sebagai mesin, tapi sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih sehat dan berkeadilan. (ikh)


Share: